Membaca dan Menganalisis Simbol Peta Tematik Dasar dan Peta Tematik Sintesis

Peta tematik dasar merupakan peta tematik yang digunakan sebagai dasar untuk membuat peta tematik interpretasi. Salah satu contoh peta tematik dasar adalah peta geologi. Dalam kajian geografi memerlukan informasi geologi seperti litologi, stratigrafi, struktur dan tektonik, sumberdaya mineral dan energi pada suatu daerah. Informasi – informasi tersebut dapat dapat diperoleh dari kompilasi dari peta geologi. Oleh sebab itu  kemampuan map reading ( membaca peta )  peta geologi diperlukan. Peta geologi merupakan salah satu peta tematik dasar. Peta geologi dapat digunakan untuk base map dalam pembuatan peta tematik interpretasi.  Sehingga dalam pemetaan geologi mempunyai berbagai jenis dan unsur yang antara satu peta dengan yang lain berbeda visualisasinya. Pemetaanya juga bergantung dengan coverage area yang akan mempengaruhi detail informasi dan kerapatan dan simbolisasi peta tersebut.

MAKALAH KARTOGRAFI TEMATIK MEMBACA PETA DASAR SINTESIS

PERANGKAT PEMBELAJARAN IPS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KTSP SMK KELAS XI

Perangkat pembelajaran IPS untuk  kelas XI SMK Negeri 1 Elikobel Merauke Tahun pelajaran 2015-2016 , silahkan klik link berikut, jangan lupa cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com, sertakan daftar pustaka yang relevan

PERANGKAT PEMBELAJARAN KTSP  IPS KELAS XI SEMESTER 1 SMK :

COVER PERANGKAT PEMBELAJARAN SEMESTER 1

COVER PROMES SEMESTER 1

COVER PROTA

MATERI DAN RPP SEMESTER 1

PROGRAM SEMESTER 1

PROGRAM TAHUNAN

SILABUS PEMBELAJARAN SEMESTER 1

 

PERANGKAT PEMBELAJARAN KTSP  IPS KELAS XI SEMESTER 2 SMK :

PROGRAM SEMESTER 2

SILABUS PEMBELAJARAN SEMESTER 2

MATERI DAN RPP SEMESTER 2

 

ULANGAN SEMESTER  IPS KELAS X SMK :

ULANGAN AKHIR SEMESTER 1

KISI – KISI ULANGAN AKHIR SEMESTER 1

ULANGAN AKHIR SEMESTER 2

KISI-KISI ULANGAN SEMESTER 2

PERANGKAT PEMBELAJARAN IPS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KTSP SMK KELAS X

Perangkat pembelajaran IPS untuk  kelas X SMK Negeri 1 Elikobel Merauke Tahun pelajaran 2015-2016 , silahkan klik link berikut, jangan lupa cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com, sertakan daftar pustaka yang relevan

PERANGKAT PEMBELAJARAN KTSP  IPS KELAS X SEMESTER 1 SMK :

COVER PERANGKAT PEMBELAJARAN SEMESTER 1

COVER PROMES SEMESTER 1

COVER PROTA SEMESTER 1

COVER RPP SEMESTER 1

MATERI DAN RPP SEMESTER 1

PROGRAM SEMESTER 1

PROGRAM TAHUNAN

SILABUS PEMBELAJARAN SEMESTER 1

 

PERANGKAT PEMBELAJARAN KTSP  IPS KELAS X SEMESTER 2 SMK :

PROGRAM SEMESTER 2

SILABUS PEMBELAJARAN SEMESTER 2

MATERI DAN RPP SEMESTER 2

 

ULANGAN SEMESTER  IPS KELAS X SMK :

ULANGAN AKHIR SEMESTER 1

KISI-KISI ULANGAN AKHIR SEMESTER 1

ULANGAN AKHIR SEMESTER 2

KISI – KISI ULANGAN AKHIR SEMESTER 2

PERWIL VI_ANALISIS EKONOMI II

                   Ekonomi seperti yang dilansir dalam situs http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi dapat dimaknai sebagai sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, penukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Bidang ekonomi merupakan salah satu bidang yang menjadi sasaran utama pembangunan nasional. Maju tidaknya suatu wilayah dapat dinilai melalui kinerja perekonomian wilayah yang bersangkutan.
Dalam menilai kinerja ekonomi wilayah diperlukan data PDRB ( Produk Domestik Regional Bruto ). PDRB merupakan jumlah nilai tambah yang ditimbulkan oleh berbagai sektor atau lapangan usaha yang melakukan kegiatan usahanya di suatu daerah tertentu tanpa memperhatikan pemilikan atas faktor produksi. Adapun manfaat dari statistik PDRB antara lain mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat kemakmuran, tingkat inflasi dan deflasi, struktur perekonomian, dan potensi suatu wilayah.
Dalam model ekonomi basis, perekonomian terbagi menjadi dua yaitu sektor basis dan non basis. Sektor basis disebut juga sektor ekspor dan akan menentukan perkembangan wilayah. Kedua sekotr ini memiliki hubungan, dimana jika sektor basis berkembang, maka pada gilirannya akan meningkatkan pula kegiatan non basis. Hal ini sering disebut dengan multiplier effect. Untuk mengetahui sektor basis dan non basis digunakan metode Location Quotient ( LQ ), sedangkan untuk multiplier effect digunakan teknik pengganda basis atau multiplier effest.
Kinerja otonomi daerah dapat dihitung dengan membandingkan besar bahwa pendapatan asli daerah dengan total penerimaan daerah. Sehingga dapat dikatakan bahwa kinerja otonomi daerah pada dasarnya merupakan kontribusi pendapatan asli daerah terhadap total penerimaan daerah.

…………………………………………………………………………………………………..
Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

ANALISIS EKONOMI II

boyolali

ILPPD2011

acara 6 bhian

data

peta

PERWIL V_ANALISIS EKONOMI I

            Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak dari kebijaksanaan pembangunan yang telah diambil, khususnya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan tersebut merupakan laju pertumbuhan yang dibentuk dari berbagai sektor ekonomi, yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat perubahan ekonomi yang terjadi. Pertumbuhan yang baik hendaklah mengarah pada pemerataan pendapatan, selain itu pertumbuhan yang tinggi merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan daerah. Bagi daerah indikator ini penting untuk mengetahui keberhasilan pembangunan yang telah dicapai dan berguna sebagai bahan untuk menentukan kebijaksanaan dan arah pembangunan di masa yang akan datang.
Untuk melihat perkembangan pertumbuhan ekonomi tersebut secara riil dari tahun ke tahun tergambar melalui penyajian PDRB atas dasar harga konstan secara berkala. Secara sederhana Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) dapat didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah yang ditimbulkan oleh berbagai sektor atau lapangan usaha yang melakukan kegiatan usahanya di suatu daerah tertentu tanpa memperhatikan faktor pemilikan atas faktor produksi. Pertumbuhan yang positif menunjukkan adanya peningkatan perekonomian, sebaliknya apabila negatif menunjukkan terjadinya penurunan.
Analisis struktur ekonomi digunakan untuk mengetahui persentase sumbangan atau peranan masing – masing kegiatan ekonomi atau sektor dan dominasinya dalam perekonomia wilayah dalam waktu tertentu. Meskipun demikian struktur ekonomi memiliki pengertian yang dinamis, jika dianalisis dalam serangkaian waktu akan dapat diperoleh proses pergeseran struktur ekonomi termasuk transformasi sektoral, dimana umumnya semakin menurun dominasi pertanian ( sektor primer ) semakin tinggi tingkat perkembangan wilayah. Bahkan, dengan diketahuinya peran sektor industri, dapat diidentifikasi tingat industrialisasi ( level industrialization ) suatu wilayah. Misalnya (1) non industrialisasi, jika sumbangan PDB sektor industri terhadap pendapatan nasional atau wilayah < 10 %;(2) menuju industrialisasi, antara 10-20%;(3) semi industrialisasi, antara 20-30%;(4) industrialisasi penuh jika PDB sektor industri lebih dari 30 %.
Laju Pertumbuhan Ekonomi ( LPE ) adalah proses kenaikan output perkapita dalam jangka panjang. Penekanan pada proses karena mengandung unsur dinamis, perubahan atau perkembangan. Oleh karena itu pemakaian indikator pertumbuhan ekonomi biasanya akan dilihat dari tahun ke tahun, dimana semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi umumnya semakin cepat perkembangan wilayah. LPE menjadi ukuran penting dalam penentuan dan perencanaan ekonomi, contohnya adalah meghitung keperluan investasi yang diperlukan ( dengan ICOR tertentu ). Contoh lainnya adalah pembandingan LPE dengan pertumbuhan penduduk dapat digunakan sebagai dasar penduka produktivitas wilayah. Lebih lanjut penggunaan LPE dan pendapatan perkapita dapat digunakan untuk membuat analisis kuadran, yang cukup baik untuk memberikan gambaran potensi dan perkembangan wilayah.
Pada dasarnya pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas lapangan pekerjaan, pemerataan pembagian pendapatan, meningkatkan hubungan ekonomi antar daerah/wilayah dan mengupayakan terjadinya pergeseran kegiatan ekonomi yang semula dari sektor primer, yaitu sektor yang bergantung pada jenis lapangan usaha pertanian serta pertambangan dan penggalian kepada sektor sekunder, (lapangan usaha industri pengolahan; listrik, gas dan air minum; kontruksi/bangunan) serta sektor tersier (lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi, bank /lembaga keuangan, perusahaan persewaan, jasa pemerintahan dan jasa swasta).
Untuk mengetahui besarnya peningkatan pendapatan masyarakat dan besarnya pergeseran ekonomi, maka diperlukan suatu data statistik yang dapat mengukur mengenai kegiatan struktur dan perkembangan ekonomi suatu daerah.
Salah satu data statistik yang sangat diperlukan uantuk evaluasi dan perencanaan ekonomi makro adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang disajikan secara series.
Pembangunan wilayah pada umumnya diarahkan untuk mencapai kemakmuran masyarakat yang luas atau pemerataan kesejahteraan. Kesenjangan ekonomi merupakan masalah pokok pembangunan. Idealnya, pertumbuhan tinggi dan merata, namun kenyataannya pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu dapat dinikmati oleh penduduk atau wilayah secara merata. Oleh karena itu analisis kesenjangan ekonomi antar wilayah menjadi penting untuk dilakukan untuk menilai keberhasilan pembangunan wilayah.
Kondisi suatu wilayah dan masyarakat selalu memiliki kondisi awal yang berbeda, sehingga perkembangannyapun dimungkinkan berbeda. Dengan kata lain merata murni, hampir mustahil ditemukan. Namun perkembangan antar waktu beserta intervensi kebijaksanaan hendaknya dapat menyelaraskan atau menuku ke arah yang lebih merata. Oleh karena itu analisis antar waktu terhadap kesenjangan sosial dan wilayah akan memberikan arti yang lebih penting

…………………………………………………………………………………………………..
Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

ANALISIS EKONOMI I

acara 5 BHIAN

data