ANALISIS MODEL PERTUMBUHAN INTERREGIONAL DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Pertumbuhan regional pada dasarnya mengunakan konsep-konsep pertumbuhan ekonomi secara agregat. Hanya saja titik tekanan analisis pertumbuhan regional lebih diletakan pada perpindahan faktor (factor movements). Arus modal dan tenaga kerja yang mengalir dari suatu daerah ke daerah lain membuka peluang bagi perbedaan tingkat pertumbuhan antar daerah. Dalam analisis dinamik, tingkat pertumbuhan suatu daerah dapat jauh lebih tinggi dari tingkat normal yang dicapai oleh perekonomian nasional ataupun sebaliknya.
Pertumbuhan ekonomi wilayah (regional) merupakan pertambahan pendapatan masyarakat secara keseluruhan yang terjadi di wilayah tersebut yakni kenaikan seluruh nilai tambah (added value) yang terjadi.Perhitungan pendapatan regional pada awalnya dibuat dalam harga berlaku. Namun agar dapat melihat pertambahan dari satu kurun waktu ke kurun waktu berikutnya, harus dinyatakan dalam nilai riil, artinya dinyatakan dalam harga konstan.
Oleh karena itu, untuk membahas dan menjelaskan tentang pertumbuhan ekonomi wilayah (regional) ini harus menggunakan beberapa alternatif teori ekonomi. Salah satu teori ekonomi yang akan dijelaskan pada pembahasan kali ini adalah model pertumbuhan interregional. Teori ini menjelaskan tentang bagaimana pertumbuhan ekonomi suatu wilayah (regional) tidak hanya berdampak pada daerah itu sendiri saja tetapi berdampak atau berpengaruh juga pada daerah-daerah lain yang ada di sekitarnya (daerah tetangga). Sehingga, konsep utama yang ditekankan dan merupakan tujuan akhir dari teori ini adalah pemerataan pembangunan di berbagai wilayah (region).
Tujuan utama analisis pertumbuhan interregional ini adalah untuk membahas secara rinci faktor – faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Perhatian terhadap analisa ini terjadi karena dalam kenyataannya laju pertumbuhan ekonomi wilayah sangat bervariasi ada yang tumbuh secara cepat, sedang, dan lambat. Di samping itu, analisa ini juga bertujuan untuk membahas hubungan antara pertumbuhan ekonomi wilayah dengan ketimpangan pembangunan antar wilayah ( Regional Disparity ).Dengan mengetahui hal tersebut diharapkan mampu mewujudkan adanya suatu pemerataan pendapatan di berbagai wilayah ( region ).
Model pertumbuhan interregional merupakan perluasan dari teori basis ekspor, yaitu dengan menambahkan faktor-faktor yang bersifat eksogen. Selain itu, model basis ekspor hanya membahas daerah itu sendiri tanpa memperhatikan dampak dari daerah tetangga. Sedangkan model pertumbuhan interregional ini mempertimbangkan dan memasukkan dampak dari daerah tetangga (Tarigan, 2007 : 58).
Sehingga keunggulan dari model pertumbuhan ini tidak hanya menitikberatkan ekspor sebagai indikator dalam menghitung pendapatan daerah, tetapi pengeluaran pemerintah dan investasi pun diperhitungkan. Artinya, kemajuan daerah yang satu memiliki peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah-daerah lain yang ada disekitarnya dalam ruang lingkup regional. Oleh karena itu, perlu adanya penerapkan model pertumbuhan interregional untuk dapat mengetahui hubungan pertumbuhan ekonomi antara wilayah satu dengan wilayah lain.

………………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

Makalah Analisis Model Pertumbuhan Interregional

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s