Pengaruh Pencemaran Sampah Terhadap Kualitas Air Tanah Dangkal Di TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) Mojosongo Kota Surakarta

Sebagian besar (71%) dari permukaan bumi tertutup air dan sisanya 29 % terdiri atas daratan Senyawa air di permukaan bumi 97 % berada di laut, 2 % dalam bentuk es dan gletser di kutub, dan kurang lebih 0,6 % di air tawar sisanya ada di dalam tanah dan sebagai uap air dan udara. Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia di bumi ini. Sesuai dengan kegunaanya air dipakai sebagai air minum, air untuk mandi dan mencuci, air untuk pengairan pertanian, air untuk perikanan, air untuk sanitasi dan air untuk transportasi baik di sungai maupun laut. Selain itu air juga digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, yaitu untuk menunjang kegiatan industri dan teknologi. Air yang terpakai oleh manusia mengalami perubahan sifat kimia dan fisik. Meskipun demikian air merupakan sumberdaya yang terbaharui. Air dapat digunakan berulang kali, karena air di dalam alam mengalami daur, yaitu daur hidrologi, dan proses pemurnian kembali. Akan tetapi sifat terbaharui air tidaklah tanpa batas. Semakin banyaknya jumlah penduduk, makin banyak pula jumlah limbah baik limbah cair maupun limbah padat.
Pada sebagian besar penduduk yang kurang mampu di kota maupun di desa, sumber air untuk kehidupan berasal dari air tanah dangkal (sumur) baik dengan sistem timba maupun dengan cara dipompa. Pengambilan air tanah dangkal (sumur) penduduk pada umumnya kurang memperhatikan kualitasnya. Begitupula dengan penggunaan air untuk pengairan pertanian di pedesaan. Sumber air pertanian berasal dari air permukaan (sungai) yang berukuran kecil atau disebut dengan parit–parit yang dialirkan dengan sistem irigasi. Kondisi kualitas air tanah dangkal dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitarnya. Salah satu kegiatan yang diperkirakan dapat mempengaruhi kualitas air tanah dangkal adalah adanya pencemaran sampah. Sampah padat terdiri dari berbagai komponen, baik bersifat organik maupun anorganik. Sampah-sampah tersebut ditumpuk menjadi satu pada tempat penampungan sampah sementara dan selanjutnya diangkut ke Tempat PembuanganAkhir (TPA) di Kelurahan Mojosongo. Keberadaan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai pengolahan akhir sampah baik yang akan didaur ulang sebagai kompos ataupun hanya ditimbun setelah disortir oleh pemulung. Jumlah sampah di TPAS yang sangat besar akan menyebabkan proses dekomposisi alamiah berlangsung secara besar-besaran pula. Pada proses dekomposisi tersebut akan mengubah sampah menjadi pupuk organik dan menimbulkan adanya hasil samping yaitu air lindi. Apabila air lindi masuk ke dalam tanah maka tentu saja akan mempengaruhi kondisi air tanah dangkal di wilayah tersebut. Berdasarkan uraian tersebut dalam makalah ini akan dibahas mengenai “Pengaruh Pencemaran Sampah Terhadap Kualitas Air Tanah Dangkal Di TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) Mojosongo Kota Surakarta “.

………………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH PENGARUH PENCEMARAN SAMPAH TERHADAP KUALITAS AIR DI TPA MOJOSONGO KOTA SURAKARTA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s