TERAPAN APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DALAM BIDANG KAJIAN KEHUTANAN

Dalam aplikasi terapan penginderaan jauh bidang kehutanan mengenai Estimasi Karbon Tegakan Acacia Mangium willd Menggunakan Citra Landsat ETM+ 7 dan SPOT -5: Studi kasus Di BKPH Parung Panjang KPH Bogor dapat dibahas pada pembahasan berikut .
1. Teknologi yang digunakan
Data diperoleh dari citra landsat ETM+ path-row 122-65 liputan tanggal 2 Mei 2003 , dan citra SPOT -5 liputan tanggal 10 Juli 2003. Dalam pengolahan citra dilakukan dengan menggunakan software ER Mapper versi 5.5, Erdas Imagine versi 8.7, arc view versi 3.3 dan analisis data menggunakan software minitab for windows versi 13. Alat yang digunakan untuk memperoleh data di lapangan berupa GPS, kompas pita ukur dan meteran. Sedangkan objek di lapangan adalah tegakan Acacia mangium.
2. Kemampuan mengorek data
Penggunaan band green dan inframerah tengah baik citra Landsat ETM + maupun SPOT 5 sangat berperan dalam menjelaskan kandungan karbon diatas permukaan tanah tegakan A. mangium. Respon spektral tanaman dipengaruhi oleh besarnya kandungan pigmen pada daun, terutama pada klorofil tumbuhan pada panjang gelombang visible (0,45~0,65μm ).
Dalam citra SPOT-5 selain penggunaan band green dan band inframerah tengah dalam menduga kandungan karbon juga menggunakan band inframerah dekat. Karena pada band inframerah reflektansi dikendalikan oleh adanya interaksi antara radiasi sinar matahari dengan struktur sel daun. Sehingga jika suatu tanaman sudah berumur tua atau memiliki daun lebat maka akan memiliki kemampuan reflektansi yang lebih tinggi.
Adapun untuk mengenali objek berupa tumbuhan A. mangium dapat dilakukan interpretasi citra dengan colour ( warna ). Warna hijau yang dideliniasi pada citra mengindikasikan bahwa tumbuhan tersebut merupakan
tumbuhan A. mangium. Sedangkan tanah kering dapat dipresentasikan dengan warna merah.
Dalam penentuan estimasi karbon tumbuhan ini akan diperoleh data citra mana yang paling baik dalam penentuan estimasi karbon, apakah citra landsat ETM + ataukah citra SPOT 5. Berdasarkan analisis data perhitungan berdasarkan digital number, diperoleh bahwa citra Landsat ETM+ memiliki nilai signifikansi 0,297, sedangkan citra SPOT-5 memiliki nilai signifikansi sebesar 0,026. Hal ini tentu saja memberikan pilihan bahwa citra landsat ETM+ cocok untuk penentuan estimasi karbon di atas permukaan tanah tegakan A. mangium.
Adapun kelebihan penggunaan citra Landsat ETM+ antara lain : memiliki resolusi spasial menjadi 30 x 30 meter, memiliki resolusi temporal 16 hari dan perubahan data 8 bits ( 256 tingkatan warna ), memiliki tujuh saluran, enam saluran terutama dititikberatkan untuk studi vegetasi( tiga saluran tampak, satu saluran inframerah dekat, dua saluran inframerah tengah, dan satu daluran inframerah thermal) dan satu saluran untuk studi geologi ( band pankromatik ).
Berdasarkan tabel 8( dalam artikel ) mengenai hasil verifikasi model terpilih landsat ETM+ memberikan nilai koefisien determinasi sebesar 42,8% yang memiliki arti bahwa angka 42,8% keterandalan model untuk menduga kandungan karbon di atas permukaan tanah tegakan A. mangium dengan menggunakan band green ( G ) dan middle infrared ( infrared tengah ). Tingkat energi matahari yang datang pada spektral infrared tengah diserap oleh tanaman sebagai jumlah total air pada daun, atau merupakan fungsi persentase kandungan kelembaban dan ketebalan daun. Pada saat kelembaban daun menurun, reflektansi pada panjang gelombang infrared tengah akan meningkat.
Sehingga spektral pada citra landsat ETM+ dapat diketahui bahwa pada band 2 ( Green ) berguna untuk melakukan pengamatan puncak pantulan vegetasi pada saluran hijau yang terletak di antara dua saluran penyerapan. Pengamatan ini dimaksudkan untuk membedakan jenis suatu tanaman. Sedangkan pada band 5( infrared tengah ) merupakan saluran pentng untuk
pembedaan jenis tanaman, kandungan air pada tanaman serta kondisi kelembaban tanah.
Sehingga dapat disimpulkan dalam menganalisis Estimasi Karbon Tegakan Acacia Mangium willd Menggunakan Citra Landsat ETM+ menggunakan kombinasi band 542. Tingkat energi matahari yang datang pada spektral inframerah tengah ( band 5 ) diserap oleh tanaman sebagai fungsi jumlah total air pada daun, atau merupakan fungsi persentase kandungan kelembaban dan ketebalan daun. Pada saat kelembaban daun menurun, maka reflektabsi pada panjang gelombang inframerah tengah akan meningkat tajam
Hasil pendugaan karbon berdasarkan model terbaik citra Landsat ETM+ dapat diperoleh data bahwa kandungan karbon di atas permukaan tanah tegakan A. mangium dikelaskan berdasarkan pada peta kelas hutan di wilayah tersebut. Kandungan karbon pada tanaman A. mangium usia muda memiliki kandungan yang rendah, sedangkan kandungan karbon pada usia tua ( 10 tahun ) memiliki kandungan karbon yang tinggi. Rata – rata kandungan karbon di atas permukaan tanah tegakan A. mangium di areal BKPH Parung Bogor sebesar 16,52 ton / ha. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kandungan karbon di wilayah ini adalah rendah.
Adapun kemampuan mengorek data dengan cara mengkombinasikan antara interpretasi citra dengan base on colour ( warna ) dan melalui uji analisis perhitungan berdasarkan digital number hasil verifikasi model terpilih adalah citra Landsat ETM+.
Dengan demikian dengan adanya sumber data citra Landsat ETM+, dapat bermanfaat untuk pemetaan persebaran kandungan karbon tanaman A. mangium di suatu wilayah. Sehingga citra dapat bermanfaat untuk kajian bidang tertentu yang dapat diturunkan melalui peta.
3. Keterbatasan
Adapun keterbatasan penggunaan citra landsat ETM + adalah dalam mengetahui estimasi karbon di atas permukaan suatu tumbuhan antara satu dengan lainnya berbeda. Perbedaan ini disebabkan karena faktor tumbuhan,
terutama kandungan klorofil di setiap jenis tumbuhan berbeda – beda. Sehingga nilai spektral antara tumbuhan satu dengan tumbuhan lainnya berbeda – beda, sehingga nantinya akan berpengaruh pada resolusi spektral yang dihasilkan oleh citra landsat ETM+7.
4. Kesimpulan
a. Data yang digunakan dalam menganalisis persebaran kandungan karbon di wilayah Bogor adalah menggunakan data citra Landsat ETM+ dan citra Spot %. Penggunaan kedua citra tersebut adalah untuk memilih mana citra yang paling baik dalam menganalisis persebaran kandungan karbon di atas permukaan tanah tegakan A. mangium.
b. Citra Landsat ETM +7 memiliki kemampuan baik dalam menduga kandungan karbon di atas permukaan tanah tegakan A. mangium, sedangkan citra SPOT-5 kurang baik untuk menduga kandungan karbon di atas permukaan tanah tegakan A. mangium. Baik atau tidaknya penggunaan citra dalam menduga kandungan karbon suatu tanaman selain berdasarkan nilai spektral tiap citra, juga ditentukan berdasarkan hasil verifikasi model terpilih berdasarkan digital number landsat ETM+ dan SPOT 5.
c. Keterbatasan penggunaan citra landsat ETM + adalah dalam mengetahui estimasi karbon di atas permukaan suatu tumbuhan antara satu dengan lainnya berbeda. Sehingga belum tentu citra landsat ETM + cocok ataupun dapat dikatakan belum tentu citra landsat ETM + dapat digunakan untuk menganalisis persebaran kandungan karbon di atas permukan tanah tegakan pada suatu jenis tumbuhan tertentu.
d. Pemanfaatan sumber data citra dapat digunakan untuk base map dan dapat untuk menganalisis suatu kajian tertentu, baik dalam bidang kehutanan, pertanian, geologi, dan lain sebagainya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s