Membaca dan Menganalisis Simbol Peta Tematik Dasar dan Peta Tematik Sintesis

Peta tematik dasar merupakan peta tematik yang digunakan sebagai dasar untuk membuat peta tematik interpretasi. Salah satu contoh peta tematik dasar adalah peta geologi. Dalam kajian geografi memerlukan informasi geologi seperti litologi, stratigrafi, struktur dan tektonik, sumberdaya mineral dan energi pada suatu daerah. Informasi – informasi tersebut dapat dapat diperoleh dari kompilasi dari peta geologi. Oleh sebab itu  kemampuan map reading ( membaca peta )  peta geologi diperlukan. Peta geologi merupakan salah satu peta tematik dasar. Peta geologi dapat digunakan untuk base map dalam pembuatan peta tematik interpretasi.  Sehingga dalam pemetaan geologi mempunyai berbagai jenis dan unsur yang antara satu peta dengan yang lain berbeda visualisasinya. Pemetaanya juga bergantung dengan coverage area yang akan mempengaruhi detail informasi dan kerapatan dan simbolisasi peta tersebut.

MAKALAH KARTOGRAFI TEMATIK MEMBACA PETA DASAR SINTESIS

Analisis Peta Kepadatan Penduduk Negara Swiss Tahun 2000

Negara maju merupakan sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif  tinggi  melalui teknologi tinggi  dan ekonomi yang  merata. Sebuah  negara  dapat dikatakan  sebagai  negara  maju  apabila  negara  tersebut  memiliki  kemajuan  dalam berbagai  bidang,  baik  bidang  pendidikan,  bidang  teknologi  bidang  ekonomi,  ataupun bidang – bidang lain yang menunjang kemajuan sektor negara tersebut.  Indeks  Pembangunan  Manusia (IPM)  / Human  Development  Index (HDI)  adalah pengukuran  perbandingan  dari harapan  hidup, melek  huruf, pendidikan dan standar hidup untuk  semua  negara  seluruh  dunia.  IPM  digunakan  untuk  mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan  juga  untuk  mengukur  pengaruh  dari  kebijaksanaan  ekonomi  terhadap  kualitas hidup. Menurut “Human  Development  Report  2010.  United  Nations.  12  April  2010. Diakses  pada 4  April  2012,  menyebutkan  bahwa  IPM  negara  swiss  sebesar 0.874 (sangat tinggi) dan  menempati  peringkat  ke  13.  Sehingga  dengan  demikian  negara Swiss dapat digolongkan sebagai negara maju.
Salah  satu  ciri  negara  maju  ditinjau  dari  segi  kependudukan    antara  lain  :  (  1  ) tingkat  pertumbuhan  penduduk  relatif  lebih  rendah,(2)  persebaran  penduduk  di  daerah perkotaan  jauh  lebih  tinggi  daripada  di  daerah  pedesaan,  (  3  )  angka  kelahiran  sudah dapat  dikontrol  sehingga  pertumbuhan  penduduknya  relatif  rendah.  Begitupun  pula yang terjadi di negara swiss, pasti memiliki ciri khas di sektor kependudukan. Sehingga kondisi kependudukan di suatu negara, dalam hal ini negara swiss dapat dianalisis  kepadatan  penduduknya  (  melalui  peta  kepadatan  penduduk  swiss  tahun   2000  )  serta  nantinya  dikaitkan  dengan  mengapa  negara  tersebut  dapat  dikatakan sebagai negara maju. Pengambilan sumber data berupa peta kepadatan penduduk Swiss tahun 2000 dipergunakan untuk analisis  karena pada tahun 2010, statistic Switzerland ( badan statistik negara swiss ) belum melakukan rekaman data/arsip data hasil kepadatan penduduk tahun 2010 (data belum tersajikan ).

…………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH ANALISIS PETA KEPADATAN PENDUDUK NEGARA SWISS TAHUN 2000

peta

Teori Neoklasik, Teori Keperilakuan, Dan Teori Instritusional

         Adanya  keterbatasan  dalam  menjelaskan teori-teori  lokasi  yang  tradisional dalam menjelaskan  suatu  teori  lokasi,  maka munculnya  paradigma  baru  yang disebut geografi  industri.  Paradigma  baru  yang  muncul  dalam  analisis  spasial adalah mengkombinasikan pendekatan industri dan geografi. Geografi merupakan studi mengenai pola spasial di atas permukaan bumi,  yang menjawab pertanyaan where  lokasi  industri  berada,  dan  why  terjadi  konsentrasi  geografis  industri manufaktur.  Sehingga  geografi  industri  lebih  menekankan  pada  aspek  spasial suatu industri.   Konsentrasi  industri  secara  geografis,  ditandai  dengan  ciri  yang  paling mencolok  dalam  aktivitas  ekonomi,  yaitu  adanya  konsentrasi  dan  ketimpangan. Konsentrasi  aktivitas  ekonomi  secara  spasial  dalam  suatu  negara  menunjukkan bahwa  industrialisasi  merupakan  suatau  proses  selektif  dipandang  dari  dimensi geografis.  Di  Amerika  Serikat,  contohnya,  mayoritas  industri  manufaktur terkonsentrasi  pada  suatu  lokasi  yang  terkenal  dengan  istilah  “sabuk manufaktur”(manufacturing belt), dan di Inggris konsentrasi spasial ditemukan di kawasan industri Axial Belt.
Mengapa  terjadi  konsentrasi  spasial,  Teori  lokasi  tradisional  berpendapat bahwa  kluster  industri  muncul  terutama  akibat  minimalisasi  biaya  transpor  atau biaya  produksi.  Teori  lokasi  tersebut  menawarkan  argumen  yang  berharga mengenai  tujuan  lokasi  perusahaan  dan  strategi  dimana manjer  pabrik  mencapai tujuan  dalam  memilih  lokasi  pabrik  atau  perusahaan.  Namun  teori  tersebut  juga memiliki kelemahan dan banyak mendapat kritikan.
Tingginya  ketimpangan  spasial  aktivitas  ekonomi  mendorong  munculnya berbagai  teori  dan  studi  untuk  memahami  lokasi  industri.  Peranan  industri manufaktur  dalam  pertumbuhan  ekonomi  dan  relevansinya  bagi  pembangunan ekonomi  lokal,  regional,  dan  nasional  di  banyak  negara  memberikan  tambahan relevansi bagi studi mengenai lokasi industri. Sehingga,  dengan  adanya  konsentrasi  spasial  serta  ketimpangan  spasial aktivitas  ekonomi  mendorong  timbulnya  studi  mengenai  kajian  lokasi  industri, antara lain Teori Neoklasik, Teori Keperilakuan, Dan Teori Instritusional

……………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH TEORI NEOKLASIK TEORI KEPERILAKUAN DAN TEORI INSTRITUSIONAL

Implementasi Range Concept Dalam Penentuan Lokasi Industri

          Industri,  secara  umum  merupakan  segala  aktivitas  manusia  dalam  bidang ekonomi  yang  menghasilkan  barang  dan  jasa.  Secara  khusus,  industri  adalah kegiatan  ekonomi  yang  mengolah  bahan  mentah,  bahan  baku,  bahan  setengah jadi, dan barang jadi menjadi barang nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk  kegiatan  rancang  bangun  dan  perekayasaan  industri  (UU  No.5-Tahun 84).
Dewasa  ini,  perkembangan  sektor  industri  di  Indonesia  menyebabkan terjadinya  percepatan  munculnya  bangunan  industri,  penambahan  devisa  negara, serta mengurangi jumlah pengangguran. Namun, hal tersebut jika tidak diimbangi dengan  kebijakan-kebijakan  yang  kuat  dan  analisa  lokasi  khususnya  lokasi industri  yang  tepat,  maka  keberadaan  kawasan  industri  disamping  memberikan dampak positif juga akan mempengaruhi potensi, kondisi, dan mutu sumber daya alam dan lingkungan sekitar.  Meskipun munculnya perindustrian acap kali dikarenakan faktor kebetulan belaka,  akan  tetapi  sebenarnya  ada  sejumlah  faktor  yang  ikut  menentukan berdirinya  industri  di  suatu  wilayah,  yaitu  faktor  ekonomis,  historis,  manusia,
politis,  dan  geografis.  Faktor  geografis  diduga  paling  menentukan  berdirinya sebuah  industri.  Faktor-faktor  tersebut  antara  lain  yaitu:  bahan  mentah(bahan baku),  sumber  energi,  tenaga  kerja,  threshold,  pangsa  pasar,  transportasi,  dan range.   Salah  satu  faktor  penunjang  berdirinya  sebuah  industri  adalah  range. Range  merupakan  jarak  efektif  keterjangkauan  akses  antara  wilayah  konsumen dengan  wilayah  produsen  atau  industri.  Berbicara  tentang  range  tentunya  tidak terlepas dari teori lokasi dari Christaller. Christaller, seorang geograf Jerman pada tahun 1933 menerbitkan gagasannya berupa buku tentang teori tempat pusat atau teori  kedudukan  pusat.  Christaller  mengembangkan  asumsi-asumsi  yang dikemukakan  antara  lain:  suatu  lokasi  yang  memiliki  permukaan  datar  yang seragam,  lokasi  tersebut  memiliki  jumlah  penduduk  yang  merata,  serta  lokasi
tersebut  mempunyai  kesempatan  transpor  dan  komunikasi.  Dengan  asumsi tersebut  timbullah  suatu  konsep  dalam  kaitannya  dengan  sebuah  industri  yaitu timbullah  suatu  konsep  mengenai  range  (jangkauan). Untuk  mengetahui  lebih
detail  lagi  mengenai  konsep  range  (jangkauan),  maka  akan  dijelaskan  dalam pembahasan selanjutnya.

……………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH IMPLEMENTASI RANGE CONCEPT DALAM PENENTUAN LOKASI

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

Sekolah adalah salah satu dari Tripusat pendidikan yang dituntut untuk mampu menjadikan output yang unggul, mengutip pendapat Gorton tentang sekolah ia mengemukakan, bahwa sekolah adalah suatu sistem organisasi, di mana terdapat sejumlah orang yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan sekolah yang dikenal sebagai tujuan instruksional. Desain organisasi sekolah adalah di dalamnya terdapat tim administrasi sekolah yang terdiri dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan oranisasi.

MBS terlahir dengan beberapa nama yang berbeda, yaitu tata kelola berbasis sekolah (school-based governance), manajemen mandiri sekolah (school self-manegement), dan bahkan juga dikenal dengan school site management atau manajemen yang bermarkas di sekolah.

Istilah-istilah tersebut memang mempunyai pengertian dengan penekanan yang sedikit berbeda. Namun, nama-nama tersebut memiliki roh yang sama, yakni sekolah diharapkan dapat menjadi lebih otonom dalam pelaksanaan manajemen sekolahnya, khususnya dalam penggunakaan 3M-nya, yakni man, money, dan material.

Penyerahan otonomi dalam pengelolaan sekolah ini diberikan tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu, maka Direktorat Pembinaan SMP menamakan MBS sebagai Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS).

Tujuan utama adalah untuk mengembangkan prosedur kebijakan sekolah, memecahkan masalah-masalah umum, memanfaatkan semua potensi individu yang tergabung dalam tim tersebut. Sehingga sekolah selain dapat mencetak orang yang cerdas serta emosional tinggi, juga dapat mempersiapkan tenaga-tenaga pembangunan.

Oleh karena itu perlu diketahui pandangan filosofis tentang hakekat sekolah dan masyarakat dalam kehidupan kita. sekolah adalah bagian yang integral dari masyarakat, ia bukan merupakan lembaga yang terpisah dari masyarakat, hak hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat, sekolah adlah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani anggota – anggota masyarakat dalam bidang pendidikan, kemajuan sekolah dan masyarkat saling berkolerasi, keduanya saling membutuhkan, Masyarakat adalah pemilik sekolah, sekolah ada karena masyarakat memerlukannya.

………………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

 Manajemen Berbasis Sekolah

Teori Neoklasik, Teori Keperilakuan, Dan Teori Instritusional

Adanya keterbatasan dalam menjelaskan teori-teori lokasi yang tradisional dalam menjelaskan suatu teori lokasi, maka munculnya paradigma baru yang disebut geografi industri. Paradigma baru yang muncul dalam analisis spasial adalah mengkombinasikan pendekatan industri dan geografi. Geografi merupakan studi mengenai pola spasial di atas permukaan bumi, yang menjawab pertanyaan where lokasi industri berada, dan why terjadi konsentrasi geografis industri manufaktur. Sehingga geografi industri lebih menekankan pada aspek spasial suatu industri. Konsentrasi industri secara geografis, ditandai dengan ciri yang paling mencolok dalam aktivitas ekonomi, yaitu adanya konsentrasi dan ketimpangan. Konsentrasi aktivitas ekonomi secara spasial dalam suatu negara menunjukkan bahwa industrialisasi merupakan suatau proses selektif dipandang dari dimensi geografis. Di Amerika Serikat, contohnya, mayoritas industri manufaktur terkonsentrasi pada suatu lokasi yang terkenal dengan istilah “sabuk manufaktur”(manufacturing belt), dan di Inggris konsentrasi spasial ditemukan di kawasan industri Axial Belt. Mengapa terjadi konsentrasi spasial, Teori lokasi tradisional berpendapat bahwa kluster industri muncul terutama akibat minimalisasi biaya transpor atau biaya produksi. Teori lokasi tersebut menawarkan argumen yang berharga mengenai tujuan lokasi perusahaan dan strategi dimana manjer pabrik mencapai tujuan dalam memilih lokasi pabrik atau perusahaan. Namun teori tersebut juga memiliki kelemahan dan banyak mendapat kritikan.
Tingginya ketimpangan spasial aktivitas ekonomi mendorong munculnya berbagai teori dan studi untuk memahami lokasi industri. Peranan industri manufaktur dalam pertumbuhan ekonomi dan relevansinya bagi pembangunan ekonomi lokal, regional, dan nasional di banyak negara memberikan tambahan relevansi bagi studi mengenai lokasi industri. Sehingga, dengan adanya konsentrasi spasial serta ketimpangan spasial aktivitas ekonomi mendorong timbulnya studi mengenai kajian lokasi industri, antara lain Teori Neoklasik, Teori Keperilakuan, Dan Teori Instritusional

………………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH TEORI NEOKLASIK TEORI KEPERILAKUAN DAN TEORI INSTRITUSIONAL

Analisis Peta Kepadatan Penduduk Negara Swiss Tahun 2000

Negara maju merupakan sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Sebuah negara dapat dikatakan sebagai negara maju apabila negara tersebut memiliki kemajuan dalam berbagai bidang, baik bidang pendidikan, bidang teknologi bidang ekonomi, ataupun bidang – bidang lain yang menunjang kemajuan sektor negara tersebut.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) / Human Development Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup. Menurut “Human Development Report 2010. United Nations. 12 April 2010. Diakses pada 4 April 2012, menyebutkan bahwa IPM negara swiss sebesar 0.874 (sangat tinggi) dan menempati peringkat ke 13. Sehingga dengan demikian negara Swiss dapat digolongkan sebagai negara maju. Salah satu ciri negara maju ditinjau dari segi kependudukan antara lain : ( 1 ) tingkat pertumbuhan penduduk relatif lebih rendah,(2) persebaran penduduk di daerah perkotaan jauh lebih tinggi daripada di daerah pedesaan, ( 3 ) angka kelahiran sudah dapat dikontrol sehingga pertumbuhan penduduknya relatif rendah. Begitupun pula yang terjadi di negara swiss, pasti memiliki ciri khas di sektor kependudukan. Sehingga kondisi kependudukan di suatu negara, dalam hal ini negara swiss dapat dianalisis kepadatan penduduknya ( melalui peta kepadatan penduduk swiss tahun 2000 ) serta nantinya dikaitkan dengan mengapa negara tersebut dapat dikatakan sebagai negara maju. Pengambilan sumber data berupa peta kepadatan penduduk Swiss tahun 2000 dipergunakan untuk analisis karena pada tahun 2010, statistic Switzerland ( badan statistik negara swiss ) belum melakukan rekaman data/arsip data hasil kepadatan penduduk tahun 2010 ( data belum tersajikan ).

………………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH ANALISIS PETA KEPADATAN PENDUDUK NEGARA SWISS TAHUN 2000

peta

Implementasi Range Concept Dalam Penentuan Lokasi Industri

Industri, secara umum merupakan segala aktivitas manusia dalam bidang ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa. Secara khusus, industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, bahan setengah jadi, dan barang jadi menjadi barang nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri (UU No.5-Tahun 84).

Dewasa ini, perkembangan sektor industri di Indonesia  menyebabkan terjadinya percepatan munculnya bangunan industri, penambahan devisa negara, serta mengurangi jumlah pengangguran. Namun, hal tersebut jika tidak diimbangi dengan kebijakan-kebijakan yang kuat dan analisa lokasi khususnya lokasi industri yang tepat, maka keberadaan kawasan industri disamping memberikan dampak positif juga akan mempengaruhi potensi, kondisi, dan mutu sumber daya alam dan lingkungan sekitar.

Meskipun munculnya perindustrian acap kali dikarenakan faktor kebetulan belaka, akan tetapi sebenarnya ada sejumlah faktor yang ikut menentukan berdirinya industri di suatu wilayah, yaitu faktor ekonomis, historis, manusia, politis, dan geografis. Faktor geografis diduga paling menentukan berdirinya sebuah industri. Faktor-faktor tersebut antara lain yaitu: bahan mentah(bahan baku), sumber energi, tenaga kerja, threshold, pangsa pasar, transportasi, dan range.

Salah satu faktor penunjang berdirinya sebuah industri adalah range. Range merupakan jarak efektif keterjangkauan akses antara wilayah konsumen dengan wilayah produsen atau industri. Berbicara tentang range tentunya tidak terlepas dari teori lokasi dari Christaller. Christaller, seorang geograf Jerman pada tahun 1933 menerbitkan gagasannya berupa buku tentang teori tempat pusat atau teori kedudukan pusat. Christaller mengembangkan asumsi-asumsi yang dikemukakan antara lain: suatu lokasi yang memiliki permukaan datar yang seragam, lokasi tersebut memiliki jumlah penduduk yang merata, serta lokasi tersebut mempunyai kesempatan transpor dan komunikasi. Dengan asumsi tersebut timbullah suatu konsep dalam kaitannya dengan sebuah industri yaitu timbullah suatu konsep mengenai range (jangkauan). Untuk mengetahui lebih detail lagi mengenai konsep range (jangkauan), maka akan dijelaskan dalam pembahasan selanjutnya.

 ………………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH IMPLEMENTASI RANGE CONCEPT DALAM PENENTUAN LOKASI

BALI FROM SPACE

              Buku Bali From Space disusun bertujuan untuk memberikan panduan kepada bapak ibu guru SMP dan sederajat dalam memberikanpanduan kepada siswanya ketika berkunjung di Pulau Bali

Silahkan download buku ini dengan link dibawah ini, sertakan  daftar pustaka yang relevan. Semoga bermanfaat

DEPAN