Pembelajaran Geografi di Sekolah Dasar ( SD )

Seiring dengan perkembangan masyarakat dalam era informasi dan teknologi, tuntutan kebutuhan akan perbaikan mutu pendidikan pun semakin besar. Dalam konteks pendidikan dasar, perbaikan sistem pendidikan terus mengalami perbaikan dan penyempurnaan. Dalam bidang kurikulum, saat ini di SD mulai diberlakukannya kurikulum KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuab Pendidikan ) yang mengacu pada standar nasional untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Pembelajaran Geografi tingkat sekolah dasar di Sekolah Dasar ( SD ) dikelompokkan ke dalam rumpun Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ). Dalam pelaksanaan pembelajaran Geografi ( dalam rumpun IPS) di sekolah dasar banyak keluhan yang dirasakan oleh peserta didik / siswa, antara lain : pembelajaran monoton, Geografi dipandang sebagai ilmu hafalan, dan beban tugas yang diberikan kepada peserta didik / siswa terlalu berat. Dalam bentuk evaluasi belajar siswa seperti ujian KD ( kompetensi dasar ), bagi siswa yang rajin mencatat dengan rajin penjelasan guru dan hafal dengan materi seperti di teks buku pelajaran maka dia akan memperoleh nilai yang memuaskan. Namun sebaliknya, siswa yang kurang rajin namun mencontek hasil pekerjaan teman yang rajin mencatat ataupun hafal dengan materi maka dia akan memperoleh nilai yang memuaskan. Sungguh ironis apabila bentuk evaluasi berupa ujian KD yang diberikan kepada siswa pada umumnya merupakan bentuk ujian yang terpaku pada materi teks buku. Pada umumnya dalam pembelajaran Geografi pada rumpun IPS, guru hanya menunjukkan nama – nama kota, gunung – gunung, sungai dan sebagainyahanya sebatas pengetahuan saja. Minimnya kemampuan guru dalam menguasai kompetensi guru Geografi merupakan salah satu faktor penyebab pelaksanaan pembelajaran Geografi di sekolah dasar kurang berjalan sebagaimana mestinya. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai kondisi pembelajaran Geografi pada Pendidikan dasar di sekolah dasar ( SD ) pada saat ini serta kritikan yang perlu dilakukan untuk perbaikan pembelajaran geografi pada pendidikan dasar di sekolah dasar ( SD ).

………………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SEKOLAH DASAR

Iklan

Cuaca Ekstrim ( Extreme Weather ) “ Badai Tornado di Amerika Serikat “

Pada tahun 2000 sampai saat ini, sejumlah bencana di suatu daerah terjadi disebabkan oleh cuaca ekstrim. Cuaca ekstrim di sejumlah daerah terjadi karena suhu permukaan air laut meningkat sehingga mempercepat terjadinya penguapan yang membentuk awan hujan. Penyebab utama cuaca ekstrim adalah adanya ekspansi vertical awan, curah hujan yang meningkat dan berpeluang menyebabkan badai dan putting beliung. Cuaca ekstrim terjadi karena siklus basah dan kering yang terlalu cepat akibat La Nina dan pemanasan global. Setidaknya terdapat tiga macam bencana alam yang sering terjadi akibat langsung dari cuaca ekstrim yaitu badai tornado, angin putting beliung, serta banjir. Bencana lainnya adalah tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi pada daerah rawan tanah longsor seperti perbukitan atau lahan yang gundul. Angin kencang seperti angin putting beliung serta badai tornado merupakan salah satu kejadian alam diantara kejadian alam lainnya akibat cuaca ekstrim yang paling berbahaya, Salah satu fenomena yang sering terjadi akibat cuaca ekstrim adalah badai tornado. Badai tornado merupakan salah satu fenomena cuaca ekstrim yang memiliki potensi daya rusak yang sangat dahsyat dan dapat menyebabkan kerusakan segala benda yang dilaluinya. Angin tornado pada umumnya terjadi di Negara Amerika serikat. Fenomena badai tornado di Amerika serikat hanya terjadi di Negara bagian saja dan terjadi di beberapa daerah, seperti Washington DC, new York, dan lain sebagainya. Akan tetapi, badai tornado merupakan salah satu fenomena yang harus diwaspadai terkait cuaca ekstrim yang terjadi secara global Berdasarkan uraian tersebut, dalam paper ini akan dibahas mengenai “ Cuaca ekstrim ( weather extreme ) Badai Tornado di Amerika Serikat “.

………………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH CUACA EKSTRIM( EXTREME WEATHER ) BADAI TORNADO DI AMERIKA SERIKAT

Menghitung Debit Aliran Permukaan Di Kecamatan Serengan Tahun 2008

Kota merupakan pusat kegiatan penduduk yang meliputi aktivitas usaha, pemerintahan, jasa, tempat tinggal dan rekreasi. Kota Surakarta yang merupakan salah satu kota dengan banyaknya daerah hinterland menjadi sentral bagi kawasan hinterland di sekitarnya. Sebagai pusat kegiatan, pemekaran kota lebih cepat dibandingkan dengan pemekaran pedesaan. Akibat dari pemekaran kota tersebut, akan semakin banyak berdiri bangunan-bangunan dengan bahan dasar beton di atas permukaan tanah, jaringan jalan yang diperkeras dengan aspal. Dampaknya, infiltrasi akan semakin berkurang sehingga pada saat hujan aliran permukaan semakin tinggi dan banyak terjadi penggenangan.
Semenjak manusia mempunyai pola hidup menetap, terjadi pemusatan permukiman di kawasan-kawasan potensial seperti dataran banjir (flood plain) dan pantai. Manusia selalu mempertimbangkan aspek kesuburan tanah dan keberadaan sumber air dalam pemilihan lokasi tempat tinggalnya. Sejalan dengan perkembangan peradaban, terjadi pemusatan permukiman di kawasan potensial tersebut yang berkembang menjadi perkotaan.
Kota Surakarta merupakan kota madya (menengah) yang memiliki lahan tidak terlalu luas namun memiliki angka pertumbuhan penduduk cukup tinggi. Konversi lahan terbuka menjadi penggunaan lahan perkotaan (urban landuse) sangat tinggi tiap tahunnya. Daerah resapan air semakin berkurang dari waktu ke waktu menjadi area terbangun. Medan kota yang mayoritas berupa dataran dan berdekatan dengan Bengawan Solo berpeluang besar terjadi banjir. Banjir terjadi akibat manajemen neraca air yang tidak seimbang yang dapat disebabkan oleh alam maupun manusia. Kajian kali ini dilakukan guna mengetahui potensi terjadinya banjir di Kecamatan Serengan Tahun 2008.

……………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH DEBIT ALIRAN PERMUKAAN DI KECAMATAN SERENGAN KOTA SURAKARTA TAHUN 2008

Pengaruh Pencemaran Sampah Terhadap Kualitas Air Tanah Dangkal Di TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) Mojosongo Kota Surakarta

Sebagian besar (71%) dari permukaan bumi tertutup air dan sisanya 29 % terdiri atas daratan Senyawa air di permukaan bumi 97 % berada di laut, 2 % dalam bentuk es dan gletser di kutub, dan kurang lebih 0,6 % di air tawar sisanya ada di dalam tanah dan sebagai uap air dan udara. Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia di bumi ini. Sesuai dengan kegunaanya air dipakai sebagai air minum, air untuk mandi dan mencuci, air untuk pengairan pertanian, air untuk perikanan, air untuk sanitasi dan air untuk transportasi baik di sungai maupun laut. Selain itu air juga digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, yaitu untuk menunjang kegiatan industri dan teknologi. Air yang terpakai oleh manusia mengalami perubahan sifat kimia dan fisik. Meskipun demikian air merupakan sumberdaya yang terbaharui. Air dapat digunakan berulang kali, karena air di dalam alam mengalami daur, yaitu daur hidrologi, dan proses pemurnian kembali. Akan tetapi sifat terbaharui air tidaklah tanpa batas. Semakin banyaknya jumlah penduduk, makin banyak pula jumlah limbah baik limbah cair maupun limbah padat.
Pada sebagian besar penduduk yang kurang mampu di kota maupun di desa, sumber air untuk kehidupan berasal dari air tanah dangkal (sumur) baik dengan sistem timba maupun dengan cara dipompa. Pengambilan air tanah dangkal (sumur) penduduk pada umumnya kurang memperhatikan kualitasnya. Begitupula dengan penggunaan air untuk pengairan pertanian di pedesaan. Sumber air pertanian berasal dari air permukaan (sungai) yang berukuran kecil atau disebut dengan parit–parit yang dialirkan dengan sistem irigasi. Kondisi kualitas air tanah dangkal dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitarnya. Salah satu kegiatan yang diperkirakan dapat mempengaruhi kualitas air tanah dangkal adalah adanya pencemaran sampah. Sampah padat terdiri dari berbagai komponen, baik bersifat organik maupun anorganik. Sampah-sampah tersebut ditumpuk menjadi satu pada tempat penampungan sampah sementara dan selanjutnya diangkut ke Tempat PembuanganAkhir (TPA) di Kelurahan Mojosongo. Keberadaan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai pengolahan akhir sampah baik yang akan didaur ulang sebagai kompos ataupun hanya ditimbun setelah disortir oleh pemulung. Jumlah sampah di TPAS yang sangat besar akan menyebabkan proses dekomposisi alamiah berlangsung secara besar-besaran pula. Pada proses dekomposisi tersebut akan mengubah sampah menjadi pupuk organik dan menimbulkan adanya hasil samping yaitu air lindi. Apabila air lindi masuk ke dalam tanah maka tentu saja akan mempengaruhi kondisi air tanah dangkal di wilayah tersebut. Berdasarkan uraian tersebut dalam makalah ini akan dibahas mengenai “Pengaruh Pencemaran Sampah Terhadap Kualitas Air Tanah Dangkal Di TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) Mojosongo Kota Surakarta “.

………………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH PENGARUH PENCEMARAN SAMPAH TERHADAP KUALITAS AIR DI TPA MOJOSONGO KOTA SURAKARTA

Pembelajaran Geografi Yang Ideal Di Sekolah Dasar

Geografi merupakan ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan gejala Geografi dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan (Seminar dan Lokakarya Pertemuan Ilmiah Tahunan Ahli Geografi di Semarang pada tahun 1988 ). Menilik kepada definisi tersebut sangat jelas bahwa obyek utama dari ilmu Geografi adalah konteks keruangan ( spasial ). Pembelajaran Geografi tingkat sekolah dasar di Sekolah Dasar ( SD ) dikelompokkan ke dalam rumpun Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ). Berbagai permasalahan yang ditemukan pada kenyataan sekarang antara lain : kurang proporsionalnya alokasi waktu dan materi yang disampaikan, penggunaan media pembelajaran yang masih minim, ketidaksesuaian antara kurikulum yang disampaikan dengan buku pelajaran yang disampaikan. Sehingga pembelajaran geografi yang ideal di sekolah dasar ( SD ) sangat diperlukan. Dalam makalah ini akan disampaikan mengenai pembelajaran geografi yang ideal di sekolah dasar ( SD ).

………………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH PEMBELAJARAN GEOGRAFI YANG IDEAL DI SEKOLAH DASAR

Analisis Dampak Kawasan Resapan Terhadap Kebutuhan Air Bagi Masyarakat Di Kota Surakarta

Sumberdaya air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan makhluk hidup termasuk manusia untuk dapat melaksanakan segala aktivitas kehidupannya. Air merupakan zat kehidupan karena tidak satupun makhluk hdup di bumi ini tidak membutuhkan air. Kebutuhan air pada manusia dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, irigasi,kebutuhan industri, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, melihat pentingnya kegunaan air bagi makhluk hidup maka sumberdaya air harus tetap dilestarikan secara seimbang kelestariannya.
Kota Surakarta merupakan kota yang terus mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut merupakan pembangunan fisik di bidang permukiman, jasa, dan industri untuk menjamin kesejahteraan penduduknya yang terus mengalami penambahan jumlah penduduk. Kota Surakarta merupakan kota terpadat di propinsi Jawa tengah, sehingga aktivitas kegiatan penduduk baik di bidang jasa dan lain sebagainya tumbuh pesat. Dengan bertambah pesatnya kegiatan tersebut mendorong pertumbuhan penduduk dan pembangunan di segala bidang yang begitu cepat akan menyebabkan perubahan tataguna lahan. Banyak lahan – lahan yang semula berupa lahan terbuka berubah menjadi areal permukiman maupun industri. Sehingga kawasan hijau di kota surakarta seiiring bertambahnya tahun maka akan semakin berkurang. Sehingga dengan adanya perubahan tataguna lahan di kota Surakarta akan berdampak meningkatnya aliran permukaan sekaligus menurunnya air yang meresap ke dalam tanah. Kebutuhan air bagi masyarakat Surakarta akan bertambah banyak seiiring dengan pertambahan jumlah penduduk di kota Surakarta. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk menyusun makalah dengan judul “ Analisis Dampak Kawasan Resapan Terhadap Kebutuhan Air Bagi Masyarakat Di Kota Surakarta “.

………………………………………………………………………………………………………..

Ingin Download file lengkap dibawah ini…..silahkan dicopy-paste, tetapi cantumkan sumbernya dari blog ini dari bhianrangga.wordpress.com , dan sertakan daftar pustaka yang relevan

MAKALAH ANALISIS DAMPAK KAWASAN RESAPAN TERHADAP KEBUTUHAN AIR BAGI MASYARAKAT DI KOTA SURAKARTA